Halaman

Selasa, 25 Oktober 2011

6 Pesepakbola yang Meninggal dalam Pertandingan


“Aku nggak jadi pembalap. Aku pingin jadi pemain bola aja deh,” begitu ujar adik saya yang masih berusia 8 tahun setelah melihat kematian Marco Simoncelli di arena MotoGP Sepang Malaysia 23 Oktober lalu. Mengingat itu adalah pemikiran polos anak kecil, saya mengiyakan saja sambil tersenyum.
Hmm…seandainya dia tahu fakta-fakta di bawah ini, bisa jadi bocah itu berubah pikiran lagi.

1. Marc Vivien Foe (1975-2003)



Foe adalah mantan pemain tengah timnas Kamerun yang pernah membela Lyon dan Manchester City. Foe meninggal ketika mengikuti Piala Konfederasi tahun 2003 di Prancis bersama tim nasionalnya. Waktu itu, 26 Juni 2003, Kamerun menghadapi Kolombia di babak semifinal. Pada menit ke-72, Foe tiba-tiba pingsan di tengah lingkaran pusat lapangan, tanpa ada pemain lain di sekitarnya. Setelah gagal disadarkan, dia digotong keluar lapangan, Paramedis mencoba memberinya CPR dan oksigen, juga memompa hatinya, namun tak kunjung berhasil. Tak lama kemudian, Foe pun meninggal. Hasil otopsi kedua menunjukkan, kematian Foe disebabkan oleh serangan jantung setelah ditemukan bukti dia menderita kardiomiopati hipertrofik atau semacam penyakit keturunan yang dapat menyebabkan kematian mendadak setelah mengikuti latihan fisik yang terlalu keras. 

2. Antonio Puerta (1984-2007)



Puerta dikenal sebagai pemain sepakbola berkebangsaan Spanyol yang sepanjang hidupnya hanya pernah membela klub Sevilla. Posisinya adalah sebagai sayap kiri. Dalam pertandingan liga Spanyol menghadapi Getafe pada tanggal 25 Agustus 2007, Puerta mendadak tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit. Setelah tiga hari, akhirnya Puerta meninggal di rumah sakit pada tanggal 28 Agustus nya. Belakangan diketahui bahwa dia mengalami serangkaian serangan jantung. 

3. Miklos Feher (1979-2004)



Feher adalah penyerang asal Hungaria yang lama bermain di liga Portugal bersama FC Porto dan Benfica. Pada 25 Januari 2004, Benfica bertandang ke Victoria Guimaraes dalam lanjutan liga Portugal. Feher yang masuk sebagai pemain pengganti, berhasil memberikan assist kepada Fernando Aguiar yang membuat Benfica memimpin 1-0. Akan tetapi, pada masa injury time, dia menerima kartu kuning dan kemudian dirinya tiba-tiba membungkuk kesakitan, dan akhirnya jatuh ke tanah tak sadarkan diri. Feher segera dilarikan ke rumah sakit, dan akhirnya meninggal sebelum tengah malam akibat aritmia jantung. 

4. Phil O’Donnell (1972-2007)



O’Donnell merupakan pemain murni Skotlandia, dan sepanjang karirnya juga hanya sempat bermain di liga Skotlandia dengan membela sejumlah klub lokal. Pada 29 Desember 2007 dalam pertandingan liga menghadapi Dundee United, O’Donnell yang kala itu memperkuat Motherwell mengalami kolaps di lapangan. Setelah mendapat perawatan di pinggir lapangan selama 5 menit, dan akhirnya meninggal segera setelah dibawa ke rumah sakit. Setelah diteliti, ternyata O’Donnell mengalami ‘kegagalan ventricular kiri’. 

5. Eri Irianto (1974-2000)


Dari dalam negeri, salah satu kasus kematian pesepakbola di lapangan yang paling dikenang adalah apa yang menimpa mantan pemain Persebaya Surabaya, Eri Irianto pada tahun 2000. Saat itu, 3 April 2000, Persebaya menghadapi PSIM Yogyakarta di stadion Gelora 10 November Surabaya. Eri kala itu tiba-tiba saja mengalami serangan jantung mendadak, dan segera dilarikan ke RSUD dr.Soetomo. Beberapa jam kemudian, pemain tengah itu pun menghembuskan nafas terakhir. Untuk mengenangnya, Persebaya dan bonek mengabadikan namanya dalam nama mess pemain Persebaya yang kemudian diberi nama ‘Wisma Eri Irianto’. Selain itu, nomor punggung 19 miliknya pun dipensiunkan. 

6. Jumadi Abdi (1983-2009)



Selain Eri Irianto, pemain sepakbola Indonesia lain yang meninggal ketika bermain adalah mantan pemain tengah PKT Bontang, Jumadi Abdi. Dalam lanjutan liga Indonesia pada tanggal 7 Maret 2009 menghadapi Persela Lamongan, Jumadi secara tak sengaja berbenturan keras dengan seorang pemain lawan. Setelah mendapat perawatan intensif selama 8 hari di rumah sakit, Jumadi akhirnya meninggal pada tanggal 15 Maret 2009. Diketahui, kematian mantan pemain Persiba Balikpapan dan Persikota Tangerang ini dikarenakan mengalami kerusakan di beberapa organ vitalnya akibat infeksi berat yang disebabkan oleh kuman yang keluar dari usus halusnya yang bocor akibat benturan tadi. 

Minggu, 23 Oktober 2011

Tweet About Love Story and Love Plan


Kicauan tentang Kisah Cinta dan Rencana Cinta
(by : @iyak_joe)

Cinta dan citaku tak pernah bisa berjalan beriringan
Maka aku harus mengorbankan salah satunya

Ketika aku tidak jatuh cinta, aku dapat memperoleh segalanya
Ketika aku sedang jatuh cinta, aku bisa kehilangan segalanya

Aku ingin bahagia di dunia, maka kulepaskan cinta
Aku ingin selamat di akhirat, maka kuenyahkan cinta

Jatuh cinta tidak serupa dengan bertemu jodoh
Bila tiba waktunya, dia akan datang dengan sendirinya

Aku tidak membenci cinta
Aku tidak melenyapkan cinta

Hanya Cinta-Nya dan cinta ibuku
Penuntun kepada kemurnian komitmen dua insan yang menyatu

Dan jatuh cinta,
Akan tumbuh dalam persemaian sebuah komitmen

#lovestory&plan

6 Tokoh Dunia yang Jomblo Seumur Hidup


Dalam tulisan sebelumnya, saya pernah membahas bahwa cinta tidak berhubungan lurus dengan kompetensi. Setidaknya hal ini dibuktikan oleh tokoh-tokoh yang akan saya ceritakan berikut ini. Mereka menunjukkan kepada kita bahwa kehebatan, kesuksesan, dan prestasi yang besar tidak lantas menjamin kita akan ‘berhasil’ juga dalam hal percintaan. 
Berikut ini adalah 6 dari banyak tokoh dunia yang tidak pernah menikah seumur hidupnya. Sebagai catatan, yang saya sebutkan di sini bukan yang tidak menikah karena memiliki orientasi seks sejenis (sehingga dilarang untuk menikah pada masanya), melainkan mereka yang pernah mengalami patah hati yang hebat, ‘tidak laku’, atau yang memang berkomitmen untuk tidak menikah. 

Ludwig van Beethoven (1770-1827)

Orang-orang pada masa sekarang semua menganggap Beethoven sebagai musikus legendaris yang sangat hebat. Seorang yang menderita tuli yang nyaris total (dan semakin parah hingga akhir hayatnya), namun mampu menciptakan banyak karya musik orkestra monumental. Karya-karyanya antara lain ‘Symphony no.9’ (yang katanya dijiplak oleh lagu dangdut kita, ‘sms’), ‘Symphony no.7’, ‘Fur Elise’, ‘Moonlight Sonata', dsb. 
Namun, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa kisah cintanya tidaklah seindah musik-musiknya. Komponis berkebangsaan Jerman ini berkali-kali mengalami patah hati, yang membuatnya begitu tertekan oleh cinta, hingga akhirnya dia meninggal dalam keadaan miskin dan sendiri. Miris dan tragis.
Tidak kurang dari 8 orang wanita pernah coba didekati oleh Beethoven, namun semuanya kandas. Kebanyakan karena menolak Beethoven yang waktu itu kondisinya miskin dan tuli, sehingga mereka lebih memilih pria yang lebih mapan. Misalnya seperti Giulietta Guicciardi, muridnya pada tahun 1801. Beethoven bahkan telah menciptakan lagu ‘Moonlight Sonata’ khusus untuknya, namun Giulietta lebih memilih menikah dengan Robert von Gallenbergin yang lebih kaya dari Beethoven. Kemudian Anna Marie Erdody, yang banyak mempengaruhi Beethoven dalam menciptakan lagu, namun akhirnya juga menikah dengan pria lain. Selain itu juga ada Josephine von Brunsvik alias Pepi yang telah begitu dekat dengan Beethoven, namun hubungan mereka akhirnya tidak direstui oleh pihak keluarga Pepi, hingga wanita ini akhirnya juga menikah dengan orang lain...

Coco Chanel (1883-1971)

Cantik, kaya, cerdas, dan terkenal. Pria bodoh mana yang tidak mau menikahi wanita seperti ini. Akan tetapi kenyataannya, seorang fashion designer legendaris Prancis yang dianggap sebagai pionir fashion modern bernama Gabrielle Bonheur ‘Coco’ Chanel, tidak pernah menikah seumur hidupnya. Bukan karena dia seorang lesbi atau sejenisnya. Chanel pernah diambil dan dipekerjakan sebagai karyawan toko oleh pengusaha tekstil Etienne Balsan yang kemudian menariknya kepada dunia fashion, namun hubungan mereka tidak pernah berlanjut. Chanel kemudian juga sempat berpacaran dengan teman Balsan, Kapten Arthur Capel, namun sang kapten kemudian justru menikah dengan wanita lain dari Inggris. Meski tidak pernah menikah, Chanel digosipkan pernah berkencan dengan banyak pria, termasuk Duke of Westminster dari Inggris. Chanel konon hampir dilamar oleh sang pangeran, namun dia menolak dengan alasan, “There have been several Duchesses of Westminster, but There is only one Chanel,” 

James Buchanan (1791-1868)
Satu-satunya presiden A.S yang tidak pernah menikah dalam hidupnya. Sempat diisukan homoseksual karena sempat tinggal bersama dengan sahabatnya, William Rufus King. Namun, semua spekulasi itu terbantahkan oleh lamaran resminya pada Mrs.Francis Preston Blair. Sayang, lagi-lagi kisah kasih tak sampai.  Selain Blair, pemimpin ke-15 negeri Paman Sam ini juga diketahui pernah dekat dengan Mary K.Snyder, namun juga tak berujung kepada pernikahan. 

Ratu Elizabeth I (1533-1603)

Ya, dia adalah Ratu dari Kerajaan Inggris dan Irlandia semenjak 17 November 1558 hingga 24 Maret 1603, dia adalah nenek moyang dari Pangeran Charles dan Pangeran William yang pesta pernikahannya kita saksikan begitu megah dan heboh, dan dia tidak pernah menikah seumur hidupnya. Keperawanan hingga wafat ini membuat Ratu Elizabeth I dijuluki sebagai the Virgin Queen, dan virginitasnya ini begitu diagungkan oleh rakyat Britania Raya hingga terkadang menyebutnya sebagai Dewi alias bukan manusia biasa. Ratu Elizabeth I pernah berujar, “Jika saya mengikuti kecenderungan alamiah saya, saya lebih memilih menjadi pengemis-single daripada ratu-menikah.” Selain pernyataan itu, Ratu Elizabeth I juga pernah berpidato :
“I will never break the word of a prince spoken in public place, for my honour's sake. And therefore I say again, I will marry as soon as I can conveniently, if God take not him away with whom I mind to marry, or myself, or else some other great let happen.”
Elizabeth I diketahui memiliki cinta sejati pada diri seorang Lord Robert Dudley, yang adalah teman masa kecilnya. Elizabeth I bahkan setia menunggu sekalipun hingga istri dari Dudley, Amy Dudley meninggal dunia. Akan tetapi, begitu Amy tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat, Dudley tetap tak dapat menikahi sang Ratu, karena beberapa senior konservatif kerajaan tetap tak mengizinkan pernikahan tersebut. Bagaimanapun, Elizabeth I tetap merindukan cinta dari Dudley, bahkan dia memberikan gelar kehormatan Earl of Leicester pada Dudley pada tahun 1564. Sayang, Dudley kemudian menikah lagi dengan wanita lain pada tahun 1578. Hal ini membuat sang Ratu begitu dendam dan benci pada istri baru Dudley. Hingga akhir hayatnya, Elizabeth I tak pernah mencintai pria lain selain Dudley, dan surat-surat dari sang Lord ditemukan sebagai barang-barang simpanan pribadi Ratu yang paling disayangnya. 

Hans Christian Andersen (1805-1875)

Raja Dongeng kebanggaan rakyat Denmark. Karya-karya tulisnya seperti ‘Little Mermaid’, ‘Itik yang Buruk Rupa’, ‘Gadis Penjual Korek Api’, dsb. begitu fenomenal dan masih digemari anak-anak di seluruh dunia hingga sekarang. Namun, sebagaimana terefleksikan dalam dongeng-dongengnya yang kebanyakan ‘sad-ending’, kisah percintaannya pun tak pernah bahagia. Andersen yang sejak kecil adalah cowok yang lemah, tidak begitu pandai, dan sering dianggap aneh, mungkin membuatnya sulit untuk dicintai.
Andersen pernah memiliki cinta monyet masa kecil bernama Riborg Voigt, namun tidak berlanjut. Andersen juga selalu ditolak oleh wanita-wanita yang ditaksirnya, seperti Sophie Orsted dan Louise Collin. Kisah yang paling menonjol adalah bagaimana Andersen begitu mengejar-ngejar seorang penyanyi opera bernama Jenny Lind. Namun, Andersen yang pemalu itu merasa kesulitan mengungkapkan perasaan cintanya pada Lind yang penyanyi tersohor itu. Begitu Lind mengetahui perasaan Andersen melalui sebuah surat, Lind menolaknya secara halus hingga kemudian Andersen mengetahui bahwa Lind akan menikah dengan orang lain. Sejak saat itu, Andersen tak pernah jatuh cinta lagi. 

Maggie Kuhn (1905-1995)

Adalah seorang aktivis sosial Amerika yang terkenal karena mendirikan gerakan ‘Gray Panthers’, yaitu sebuah gerakan yang mengusahakan jaminan sosial bagi orang-orang lansia untuk tetap diperlakukan dan diberi hak-hak yang sama dengan generasi usia lainnya, termasuk hak-hak untuk tetap terlibat dalam kegiatan sosial, dan juga mengkritisi banyak peraturan pemerintah yang tidak memihak kamu lansia. Gerakan ini juga mendukung pemberian tanggung jawab sosial bagi kamu muda, dengan mottonya “Age and Youth in Action”. Tidak begitu jelas apa penyebab Kuhn tidak menikah. Kemungkinan besar adalah alasan ideologi. Salah satu isu yang diangkatnya dalam YWCA (Young Women’s Christian Association) adalah mengenai sulitnya menjadi single dalam masyarakat yang mengharuskan pernikahan sebagai norma sosial. Yang jelas, setiap kali ditanya mengenai alasannya tidak menikah, Kuhn selalu menjawab, “kurang beruntung.” 

Rabu, 12 Oktober 2011

Girlband Korea Impian


Kalo gw nulis ini, bukan berarti gw penggemar K-Pop (kapan2 gw jelasin kenapa-nya). Jujur, gw cuma suka sama girlband-girlband-nya aja, dan gw emang suka girlband pada umumnya, bukan cuma dari Korea tapi yg dari negara-negara lain juga.
Tapi berhubung K-pop yg lagi populer di Indonesia, maka personil-personil girlband yg gw angkat di sini adalah dari negeri ginseng itu. Gw bakal ngomongin 5 personil girlband Korea yg paling gw suka, dan ngebayangin seandainya mereka digabung jd 1 group alias 'Dream Team'. Secara cowok normal, gw bakal doyan banget mantengin nih group, kalo sampe beneran digabung. 
(btw sebenernya girlband Korea yg paling gw suka sih 2NE1 dan f(x), tapi gw suka mereka secara tim, bukan individu. Makanya mereka gak punya wakil di sini. Begitu ceritanya). 

Hyomin (T-ara)
Artis Korea yg paling gw favoritin saat ini. Suaranya bagus, jago nge-dance, pinter nge-rap, komplit dah pokoknya. Udah gitu dia juga jadi leader di girlband-nya saat ini, T-ara (baca : Tiara). Cantik lagi. Duh, kayaknya lama2 gw bisa jatuh cinta beneran sama cewek bernama asli Park Sun Young ini. Kayaknya fatal kalo dia gak gw masukin ke group Dream Team ini. 
Berikut ini fakta-fakta seputar Hyomin :
Nama                 : Park Sun Young
Nama Panggung : Hyomin
Lahir                 : 30 Mei 1989
Girlgroup                 : T-ara
Posisi di T-ara         : Leader, Lead Vocalist, Lead Rapper
Agen                 : Core Content Media
Single solo         : ‘Beautiful Girl’ (feat. Electro-Boys)
Posisi di group ini : Main Dancer, Vocalist, Rapper
Sebelum bergabung dengan T-ara, Hyomin adalah seorang model. Penampilan pertamanya adalah di MV-nya FT Island yg berjudul ‘Heaven’. Hyomin sempat ditraining oleh JYP entertainment dan hampir menjadi member dari Wonder Girls. Core Content Media kemudian merekrutnya pada 29 Juli 2009. Selain menjadi penyanyi, Hyomin juga ikut main di beberapa serial drama, seperti di ‘My Girlfriend is a Nine-tailed Fox’ sebagai Ban Seon Nyuh. Saat ini dia juga lagi merampungkan syuting drama kolosal terbarunya, ‘Gyebaek’ di mana dia berperan sebagai pendekar bernama Choyoung. 

Tae Yeon (SNSD)
Dari sejak dulu jamannya gw suka SNSD sampai sekarang pas gw dah gak begitu suka, leader mereka yg bernama Tae Yeon itu tetaplah idola gw. Suaranya yg powerful, gaya kepemimpinannya yg unik, plus wajah yg enak dilihat, bikin gw belum bisa berpaling dari dia, termasuk untuk masukin dia ke group Dream Team ini. 
Ini fakta-fakta tentang Tae Yeon :
Nama                 : Kim Tae yeon
Nama Panggung : Tae Yeon
Julukan                 : Taengoo, Kid Leader
Lahir                 : Jeonju, 9 Maret 1989
Pendidikan         : Jeonju Art High School
Girl group                 : SNSD (Girl’s Generation)
Posisi di SNSD : Leader, Main Vocalist
Agen                 : SM Entertainment
Single solo         : ‘If’ , ‘Can you hear me’
Posisi di group ini : Lead Vocalist
Taeyeon di-casting oleh SM entertainment tahun 2004 dalam SM 8th Annual Best Contest, di mana dia jadi juara 1. Masa trainingnya adalah sekitar 3 tahun 3 bulan. Selain Korea, Taeyeon juga fasih berbicara China dan Jepang. Selain nyanyi bareng groupnya, SNSD, Taeyeon juga ngeluarin beberapa lagu solo, seperti ‘If’, ‘Like a Star’ feat.the One, ‘Different’ feat.Kim Bum Soo, dan yg paling gw suka ‘Can you hear me’. Taeyeon sempet ikutan di teater musikal ‘Midnight Sun’, juga jadi dubber di film kartun ‘Despicable Me’ versi Korea.

Sun Ye (Wonder Girls)
Ini sama sekali bukan disengaja, tapi gw sendiri heran, kenapa seringnya yg gw sukai itu leader-nya. Setelah Hyomin (T-ara) dan Taeyeon (SNSD), maka yg ini adalah leader-nya girlband yang terkenal di Indonesia lewat lagu ‘Nobody’, Wonder Girls, Min Sun Ye alias Sunye. Dibandingin empat orang lain di Dream Team gw ini, Sunye boleh gw bilang punya suara yg paling bagus dan teknik menyanyi yang mantap! Makanya di group ini, tanpa tedeng aling-aling, dia gw jadiin vokalis utama. Sementara sifatnya yg paling dewasa (yg disebabkan kehidupan masa lalunya yg keras), jiwa sosialnya, ditambah prestasi groupnya yg juga paling baik dibanding yg lain, membuat gw menjatuhkan pilihan kepada Sunye buat jadi leader Dream team ini. Selain itu, yg bikin gw suka sama dia adalah tipe wajahnya yg selera gw banget, hehe.
Ini fakta-faktanya Sunye :
Nama                 : Min Seon Yeh
Nama Panggung : Sunye
Lahir                 : 12 Agustus 1989
Girl group                 : Wonder Girls
Posisi di WG         : Leader, Main Vocalist
Agen                 : JYP Entertainment
Masa training         : 5 tahun 6 bulan
Single solo         : ‘Maybe’
Posisi di group ini : Leader, Main Vocalist
Bersama groupnya, Wonder Girls, Sunye saat ini berdomisili di California, A.S. Sunye dibesarkan oleh kakek-neneknya karena ibunya meninggal ketika dia masih kecil sementara ayahnya sakit-sakitan. Kehidupan masa kecil ini membuatnya memiliki perjuangan hidup yg cukup berat dan itu mendorong dia untuk punya kepekaan sosial yang tinggi, yg dia tunjukkin lewat kegiatan-kegiatan filantropinya. Dia juga terus berusaha meningkatkan kualitas vokalnya sejak dari dia direkrut Park Jin Young (JYP) tahun 2001, hingga makin dan makin bagus. Gak heran kalau JYP salut dan jadiin dia sebagai leader di group Wonder Girls. Suaranya yg bagus itu juga membuat dia punya banyak lagu solo sendiri, seperti ‘Maybe’ (OST.Dream High), ‘Back to Stage’ feat.JYP, ‘This Christmas’, ‘Energy’ feat.Mighty Mouth. 

Ji Young (Kara)
Satu-satunya yg gw rekrut ke Dream Team karena cute-nya, bukan karena kualitas (sebagaimana setiap girlband pasti ada ‘pemanis’-nya , hehe). Kang Ji Young adalah maknae (member termuda) dari girlband Korea yg populer banget di Jepang, Kara. 
Ini fakta-fakta seputar Kang Ji Young :
Nama                 : Kang Ji Young
Nama Panggung : Ji Young
Lahir                 : 18 Januari 1994
Girl group                 : Kara
Posisi di Kara         : Vocalist
Agen                 : DSP Entertainment
Single solo         : ‘Dazzling Eyes’ (feat.Jumper)
Posisi di group ini : Vocalist
Waktu Kara melakukan pergantian personil dan sekaligus pergantian image dari group ‘Hip-hop’ jadi ‘cute & playful’ tahun 2008, mereka merekrut Ji Young dan Goo Ha Ra. Ji Young sempet duet dengan Jumper, lewat lagu ‘Dazzling Eyes’, dan juga duet dengan Kim Sungje di lagu ‘Merry Love’. Kang Ji Young konon jadi satu-satunya penyanyi wanita Korea yg masuk deretan Favorite Female Artist versi CDTV Jepang. 

Bora (Sistar)
Sebenernya gw gak terlalu nge-fans sama Bora, tapi masalahnya setiap girlband Korea kayaknya juga butuh yg namanya rapper. Dan Bora, si rapper-nya girlband Sistar ini, adalah rapper tercantik yg pernah gw lihat, entah dari negara manapun itu. Ya udah, gw masukin deh ke Dream Team ini. 
Ini fakta-fakta mengenai Bora :
Nama                 : Yoon Bora
Nama Panggung : Bora
Lahir                 : 30 Januari 1990
Girl group                 : Sistar
Posisi di Sistar : Main Rapper, Main Dancer, Vocalist
Agen                 : Starship Entertainment
Posisi di group ini : Main Rapper
Gak banyak yg gw tahu tentang Bora dan juga group-nya Sistar. Yg gw tahu, debut group ini adalah lewat lagu ‘Push Push’ tahun 2010 lalu, termasuk Bora di dalamnya. Group ini sempat ‘memecah’ dirinya menjadi 2, dan Bora dimasukin ke Sistar19 bersama Hyorin, dengan lagu mereka berdua yg populer berjudul ‘Ma Boy’. 

Senin, 10 Oktober 2011

Kegalauan Seperempat Abad



Hari ini, usiaku genap seperempat abad. Ulang tahun perak. Di usia setua ini, aku sungguh hanya merindukan satu hal dan hanya meminta satu hal pada Allah SWT : jodoh. 

Terserah bagi anda, siapapun yang membacanya. Mungkin terlihat norak, pesimis, cengeng, atau apapun itu. Tapi sungguh, masalah ini sudah 25 tahun lamanya hidupku selalu menghantuiku. Aku belum pernah merasakan cinta, belum pernah merasakan dicintai, bahkan sekedar disukai (terakhir, aku baru menyadari kalau ternyata tulisanku yang berjudul Rab Ne Bana Di Jodi itu hanya kesalahan persepsi belaka). Akumulasi pengalaman selama ¼ abad ini membuatku menjadi ketakutan dan khawatir kalau aku memang tidak akan pernah mendapatkan jodoh seumur hidupku. Tidak akan mendapatkan pendamping hidup hingga aku menghembuskan nafas terakhir kelak. Aku mengatakan ini dengan sejujurnya.

Barangkali ini bukanlah masalah bagi sebagian besar manusia, tapi tidak bagiku. Seorang pasangan hidup dapat memberikan power bagiku, yang selama ini seperti orang yang kurang semangat dan sering minder. Lebih dari itu, seorang istri dapat menjadikanku merasa jauh lebih berarti dan yang jelas tidak akan kesepian. 

Oleh karena itu, di usia ¼ abad ini, aku hanya memohon padaMu Ya Rabb, satu saja : mudahkanlah dan segerakanlah jodoh bagiku. Aku sudah lelah. Aku sudah capek. Aku hanyalah hambaMu yang lemah dan dzolim. Kini semua aku serahkan padaMu. Kau lah yang Maha Mengetahui setiap kegelisahan hati hambaMu dan hanya Kau Yang paling tahu cara Mengatasinya...

Jakarta, 10 Oktober 2011